BANDA ACEH – PSAP Sigli mengamankan poin penting ketika bertemu PS Pidie Jaya dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Wilayah Aceh. Di tarung tadi malam, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, PSAP menang tipis 1-0.

Sukses menang dalam partai derby, membuka peluang besutan T Abdul Chair dan Nago lolos ke babak perempatfinal. Kini, anak-anak Sigli mengantongi nilai 10. Artinya, mereka berada di peringkat kedua di bawah tuan rumah Kuala Nanggroe (KNFC) Banda Aceh. Kedua tim hanya beda dua angka saja.

Nanti malam, KNFC akan adu kuat dengan PSAP dalam penentuan juara grup. Bagi tuan rumah, mereka cukup bermain imbang saja. Sementara Yusrifal cs harus menang jika ingin tampil sebagai juara grup. Tak ayal, duel kedua tim akan berlangsung ketat guna mengamankan tiket menjadi penguasa Lampineung.

Hasil buruk di partai terakhir, menyebabkan juara bertahan di musim lalu tersisih di babak penyisihan. Seperti diketahui, PS Pidie Jaya merupakan juara Aceh tahun 2016 lalu. Bahkan, besutan Noviar sukses lolos ke babak 12 besar di Jawa Tengah. Kali ini, pasukan Saiful Anwar-Muhammad Zakaria bukan hanya gagal mempertahankan gelarnya, mereka menuai hasil buruk.

Duel tim bertetangga tersebut langsung ketat sejak menit awal. Sang pengadil asal Sabang, Abdullah dipaksa bekerja keras. Tensi tarung PSAP versus Pidie Jaya memang tinggi. Bahkan, benturan keras kerap mewarnai pertandingan malam tadi. Sehingga, petugas keamanan harus siaga agar tak terjadi yang diinginkan.

Pada menit 8, malapeteka menimpa kubu Pidie Jaya. Penyerang PSAP asal Tangse, Muzammir yang lolos dari jebakan off-side dilanggar oleh kiper Pidie Jaya. Sontak, pelanggaran keras tersebut dihukum dengan tendangan penalti. Putusan itu diprotes keras Reza Fandi, Muhajir, dan Novridiansyah. Namun, wasit Abdullah tetap kukuh dengan keputusan itu.

Zul Azwar yang maju sebagai eksekutor dengan mudah memperdayai kiper Pidie Jaya. Bagi Zul Azwar, ini merupakan gol keduanya di Liga 3. Karena, sebelumnya, dia juga sukses melakukan tendangan penalti ke gawang PSPA Keudah. Ternyata, gol semata wayang itu bertahan hingga pertandingan usai.

sumber: serambinews.com

%d blogger menyukai ini: