BLANGDHOD.DESA.ID – Gampong Blang Dhod merupakan salah satu Gampong yang terletak di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Terbentuk pada 1 tahun setelah Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,  yaitu pada Tahun 1946. Pucuk pimpinan Pemerintahan Gampong Blang Dhod yang menjabat sebagai keuchik pada periode pertama saat itu adalah Keuchik Mahmud dari Tahun 1946 sampai Tahun 1960. Berikut ini merupakan Foto Keuchik dari periode pertama hingga sekarang yang pernah menjabat sebagai keuchik di Gampong Blang Dhod.

Gampong Blang Dhod pada awal pembentukannya merupakan hutan belantara yang belum tersentuh oleh manusia, serta rawa-rawa yang sangat luas. Asal kata”blang” berasal dari bahasa Aceh yang berarti sawah yang dahulunya berasal dari rawa-rawa, dan “dhod-dhod” yang berarti berjengkek-jengkek dengan kata lain berloncat-loncat, penggabungan kata tersebut menjadi Blang Dhod atau sawah yang berjengkek-jengkek dikarenakan asal mula sawah dari rawa-rawa.

Pada saat penjajahan Belanda dahulu, masyarakat daerah pesisir Pidie (dahulu disebut dengan Pedir) banyak yang melarikan diri ke hutan-hutan atau ke pedalaman daerah, mereka ikut serta membawa keluarganya untuk menyembunyikan diri dari kejaran penjajah Belanda, saat pertama kali berdiri masyarakat yang mendiami Gampong ini hanya berkisar 12 orang, mereka hidup secara tradisional mengandalkan kemurahan alam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hidup dalam peradaban yang tanpa sentuhan modernisasi serta teknologi-teknologi maju. Seiring berjalannya waktu maka proses perkembangan terus ditempuh dari menyatunya penduduk yang ada di wilayah lain yang berkumpul untuk bertani di kawasan tersebut ada pula yang membuka lahan baru di wilayah sekitar gampong tersebut. Atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal-usul Gampong dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat maka perkembangan hingga saat ini terus berlanjut, keterbukaan terhadap kebiasaan-kebiasaan yang dibawa dari luar akan mudah masuk.

Dalam wilayah Gampong dapat dibagi atas dusun, yang merupakan bagian wilayah kerja pemerintahan Gampong dan ditetapkan dengan peraturan Gampong. Gampong ini terbagi menjadi tiga dusun yaitu: dusun Alue Badeuk sebagai salah satu lokasi persawahan yang ada di Gampong tersebut, dusun Keude sebagai sentra ekonomi atau letak pusat perekonomian dengan berbagai macam hasil pertanian dari penduduk yang akan dijual disini, dan dusun Neubok Dalam dikenal sebagai wilayah perkebunan karena berbatasan langsung dengan kaki gunung Halimon yang tanahnya sangat subur. Fasilitas, sarana dan prasarana yang dimiliki pun hampir mencukupi kebutuhan masyarakat Gampong. Di era 70-an Gampong ini merupakan kawasan paling makmur, dengan menghasilkan kopi, padi (beras), durian yang manis, dan lainnya.