Gampong Siaga

Blang Dhod

 

Bidang Organisasi

Pendataan

Keuangan

Transportasi

Bank Darah

Air Bersih

Tanggap Darurat

Indonesia merupakan salah satu Negara yang rawan terjadi bencana yang dikarenakan posisi geografis Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, memiliki lebih dari 128 gunung berapi aktif, dan sekitar 150 sungai yang melintasi wilayah padat penduduk. Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 secara jelas menggambarkan sangat pentingnya kapasitas semua sektor di bidang kesiapsiagaan bencana.

Tidak hanya itu bencana lain juga sering terjadi seperti banjir bandang, longsor, kebakaran hutan, dll. Sejak dini, kita perlu menyadari bahwa kita hidup di wilayah rawan bencana. Kenyataan ini mendorong kita untuk mempersiapkan diri, keluarga, dan lingkungan di sekitar kita. Kesiapsiagaan diri diharapkan pada akhirnya mampu untuk mengantisipasi ancaman bencana dan meminimalkan korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan infrastruktur. Mulai dari dalam diri sendiri, kita dapat membantu keluarga dan lingkungan untuk membangun kesiapsiagaan, maupun pada saat menghadapi bencana dan pulih kembali pasca bencana.

Gampong Blang Dhod merupakan salah satu gampong yang ada di Kecamatan Tangse. Gampong Blang Dhod terdiri dari 3 dusun, yaitu Dusun Alue Badeuk, Dusun Keude, dan Dusun Neubok Dalam yang dipimpin oleh Keuchik, yaitu Ismail Ibrahim.

Gampong Blang Dhod sebelah utara berbatasan dengan Gampong Paya Guci, sebelah Timur berbatasan dengan Gampong Ranto Panyang, sebelah Selatan berbatasan dengan Gampong Blang Bungong, dan sebelah Barat berbatasan dengan Gampong Pulo Seunong. Penduduknya berjumlah 1870 jiwa, laki-laki berjumlah 954 jiwa dan perempuan 916 jiwa. Dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 570 KK.

Gampong Blang Dhod yang terletak di Kecamatan Tangse, berjarak 56 KM dari Ibukota Kabupaten Pidie, dan 156 KM dari Ibukota Provinsi Aceh. Merupakan daerah yang berada di kawasan Hutan Ulu Masen, seperti yang terlihat pada Peta Kawasan Ulu Masen di bawah ini.

Blang Dhod adalah gampong yang masuk nominator perlombaan desa dan mewakili Kabupaten Pidie di tingkat Provinsi Aceh pada tahun 2017, penduduknya dikenal sangat ramah dan antusias dalam mengikuti program pemberdayaan masyarakat, didukung oleh perangkat desa yang sangat aktif dan berpandangan maju, dalam melaksanakan pembangunan disegala lini untuk menciptakan masyarakat Gampong Blang Dhod yang lebih sejahtera, dengan menggunakan prinsip transparansi kepada masyarakat baik dalam segi dana maupun kegiatannya.

Gampong Siaga merupakan salah satu program unggulan bagi masyarakat Gampong Blang Dhod. Program ini diprakarsai oleh Rita, SKM sebagai fasilitator Promosi Kesehatan (promkes) Puskesmas Tangse yang sudah dimulai sejak 15 April 2016 lalu.

Ketua Forum Gampong Siaga Blang Dhod Hamdani M. Thaleb, didampingi Sekretaria Gampong Blang Dhod Eddy Azhari, mengatakan sangat tertarik dengan sosialiasi yang dilakukan oleh fasilitator Promkes tentang desa siaga, karena menurutnya pada tahun 2013 Gampong Blang Dhod juga sudah membentuk “Gampong Siaga Tanggap Darurat”.

“Jadi desa siaga di bidang kesehatan ini merupakan hal yang baru bagi kami,” ungkap Hamdani.

Ia mrnjrladkan, Bidan Desa dan kader desa langsung mengadakan survey Mawas Diri (SMD) untuk pengenalan kondisi desa, kemudian memaparkannya dalam Forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Disinilah masyarakat mengetahui bahwa hal-hal yang dianggap biasa itu ternyata sangat berpengaruh bagi kesehatan warga.

Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan, hingga akhirnya dibentuk Forum Desa Siaga. Forum Desa Siaga ini dibentuk sebagai sarana musyawarah dan sosialisasi atas segala permasalahan kesehatan yang ada di desa, dan pada tahun 2017 sudah dua kali dilaksanakan musyawarag di Forum Desa Siaga.

“semua anggota masyarakat kami libatkan dalam kegiatan ini, baik dalam upaya pelayanan kesehatan dasar, pemantauan penyakit, pelayanan kesehatan dasar, pemantauan penyakit, pelayan kesehatan ibu dan anak, kegawat daruratan kesehatan dan pemberdayaan di bidang kesehatan seperti peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga.” tambahnya.

Pada  6 Desember 2016 lalu, di Gampong Blang Dhod juga telah dibentuk Bank Darah Desa, dengan darah sehat yang dikumpulkan atas sumbangan swadaya masyarakat, dan difasilitasi oleh Puskesmas Tangse. Semua masyarakat usia produktif dan lansia dikumpulkan untuk dicek golongan darah. Sehingga diketahui jumlah masyarakat yang bergolongan darah A adalah sebanyak 103 orang, golongan darah O sebanyak 119 orang, golongan darah B sebanyak 111 orang dan golongan darah AB sebanyak 31 orang.

Seluruh masyarakat Gampong Blang Dhod telah merasakan manfaat dari terbentuknya desa siaga ini, salah satunya dengan Bank Darah, dulu ketika ada warga yang membutuhkan darah di Rumah Sakit, pihaknya harus menurunkan banyak orang untum diperiksa golongan darahnya, dan biaya yang dikeluarkan untuk itu juga sangat besar untuk menanggung biaya makan dan transportasi para calon pendonor, meski terkadang hasilnya hanya satu orang yang bisa dan bahkan tidak ada satupun yang sesuai golongan darahnya dengan golongan darah yang dibutuhkan si penderita yang sakit tersebut.

“Alhamdulillah dengan adanya Bank Darah ini, ada beberapa warga yang sakit dan membutuhkan darah, kami hanya mencari di daftar golongan yang sama dengan orang yang membutuhkan darah tersebut, dan kita lihat kondisi kesehatannya, baru kita turunkan dengan Ambulan Desa yaitu kendaraab yang disediakan oleh warga desa untuk mengantar pasien menuju ke tempat fasilitas kesehatan yang dibutuhkan, dan Alhamdulillah juga pada saat kejadian gempa di Pidie Jaya beberapa waktu lalu, kalau orang menyumbangkan sandang dan pangan, justru warga kami menyumbangkan darah mereka untuk didonorkan kepada para korban gempa tersebut.” tutur Hamdani.

Hamdani menceritakan, bahwa warganya juga mengadakan MoU atau kesepakatan dengan PMI Kabupaten Pidir untuk setiap tahunnya datang ke Blang Dhod untuk mengambil donor darah dari masyarakat, untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, dengan komitmen, tersedianya cadangan darah apabila warga Blang Dhod membutuhkan.

Sekretaris Gampong Blang Dhod yang mendampinginya menambahkan pihak gampong sudah menganggarkan dan senilai Rp 17 Juta dari dan APBG 2017 untuk kegiatan desa siaga dan diharapkan ada peningkatan dana di tahun yang akan datang.

“Sangat besar harapan kami, suatu saat desa Balng Dhod mempunyai fasilitas armada Ambulan milik desa sendiri yang memang khusus untuk mengantar pasien ke fasilitas kesehatan yang dibutuhkan, mohon doakan agar impian kami ini dapat tercapai,” ucapnya sambil berharap dukungan semua pihak.

Ia berharap semoga apa yang dilakukan oleh mereka dapat bermanfaat, khusunya bagi masyarakat Gampong Blang Dhod dan masyarakat luas pada umumnya.