BLANGDHOD.DESA.ID – Dijuluki Serambi Mekah, Aceh punya tradisi unik sarat makna saat datangnya bulan Ramadhan. Namanya Meugang, tradisi membeli daging kemudian memasak dan menikmatinya bersama keluarga dan kerabat.

Penyebaran Islam di Aceh berabad lalu menyisakan budaya dan tradisi yang masih dijalankan sampai sekarang. Meugang adalah salah satunya, tradisi yang dijalankan masyarakat Aceh saat Ramadhan tiba.

Meugang, atau Makmeugang adalah tradisi menyembelih berupa kerbau atau sapi. Meugang ini biasanya dilakukan 3 kali dalam setahun yakni dua hari sebelum datangnya bulan Ramadhan (Meugang Puasa), menjelang Idul Fitri (Meugang Uroe Raya Puasa), dan menjelang Idul Adha (Meugang Uroe Raya haji).

Daging merupakan menu utama saat Meugang, dimana menu ini dimasak secara tradisional oleh masyarakat menurut ciri khas daerah masing-masing, seperti rendang, sie reuboh, sie puteh dan sebagainya. Meskipun yang utama dalam tradisi meugang ini daging kerbau/sapi, namun ada juga masyarakat yang menambahnya dengan daging kambing, ayam, dan juga bebek. Bagi masyarakat Aceh pada umumnya, meugang tanpa membeli daging itu Hambar.

Saat meugang, mulai pagi hari warga sudah mengerubungi pasar “musiman”. Tradisi Meugang ini dilakukan di seluruh Aceh sampai ke pelosok-pelosok gampong. Meskipun harga daging yang melonjak drastis saat Meugang, seperti yang terpantau di Gampong Blang Dhod, Tangse, Kamis (25/05/2017) yang harganya mencapai Rp170.000,00-. Namun lapak para penjual daging tetap dikerumini oleh banyak pembeli.

%d blogger menyukai ini: