Kupi Tangse kini jadi incaran oleh-oleh wisatawan yang datang ke Kabupaten Pidie, Aceh. Masyarakat Desa Gampong Blang Dhod, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, berhasil meningkatkan kualitas kopi dan mengemas produk unggulan desa itu menjadi produk unggulan yang banyak dicari.

Melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bukit Indah (BUMDes), masyarakat desa berhasil menaikkan kualitas olahan dan nilai jual kopi. “Kami menggunakan dana desa untuk mengembangkan produk unggulan desa. Ada tiga jenis kopi yang dikembangkan di Tangse, yakni jenis robusta, arabika, dan liberika. Desa kami terbanyak memproduksi robusta dan liberika,” papar Sekertaris Desa Gampong Blang Dhod, Kecamatan Tangese, Kabupaten Pidie, Aceh.

Edy menjelaskan, produk kopi Kabupaten Pidie semula bernilai rendah, hampir semuanya dijual dalam bentuk biji mentah ke Banda Aceh. Namun, kini masyarakat sudah bisa mengolah dengan baik, sehingga nilai jualnya meningkat. Dulu hanya Rp20 ribu/kg, sekarang Rp32 ribu/kg. “Dengan dana desa kami sudah membeli ruko untuk membuka kafe dan juga penjualan kopi. Kami juga membeli berbagai macam peralatan pendukung seperti mesin roasting dan grinder. Kini, melalui BUMDes kopi Tangse diolah dengan baik dan nilai jualnya pun menjadi lebih tinggi,” terang Edy.

Kabupaten Pidie merupakan kawasan dataran tinggi yang kerap didatangi wisatawan. Kini, para wisatawan selalu mencari Kupi Tangse untuk oleh-oleh. “Sudah sekitar satu tahun ini, kami merasakan manfaat dari pengembangan produk unggulan melalui dana desa yang kami terima tahun 2017. Kupi Tangse menjadi salah satu unit usaha BUMDes yang akan terus kami kembangkan. Kualitas kopi akan terus ditingkatkan dengan cara memberdayakan masyarakat dan memberi edukasi mulai dari para taman, saat menanam, panen, hingga pengolahan, supaya harga kopi bisa terus meningkat,” pungkas Edy.

Sumber: arahdestinasi.com

%d blogger menyukai ini: