Dana desa telah meningkatkan status desa menjadi maju dan berkembang. Tahun lalu tercapai 11 ribu desa berkembang yang awalnya tertinggal dan 7.000 desa maju.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa), Anwar Sanusi, mengatakan, tahun depan dana desa akan difokuskan pada pembangunan dengan sistem padat karya dan swakelola dengan melibatkan masyarakat desa dalam proyek-proyek dana desa. Namun, hal tersebut bukan berarti mengesampingkan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kita lihat dari sisi alokasi BUMDes. Masih banyak desa yang setengah hati menganggarkannya. Dana desa memang untuk padat karya, tapi kita juga memberikan perhatian kepada pengembangan ekonomi,” kata Anwar Sanusi dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (13/11).

Anwar mengatakan, jumlah BUMDes hingga Oktober lalu telah mencapai 22.000 dari 74.910 desa. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya hanya berjumlah 18.000 BUMDes. Peningkatkan ini menurut Anwar mengindikasikan semangat pengembangan BUMDes juga semakin tinggi.

“Apabila BUMDes berkembang dan bisa memainkan peran lanjutan, akan menjadi penopang UU Desa untuk membentuk desa mandiri. Jika lembaga pemerintah desa telah mampu ditopang oleh BUMDes, maka lengkaplah kemandirian desa itu sendiri,” kata dia.

Untuk mendorong semangat membangun di desa, digelar kegiatan BUMDes Talk bersama pimpinan BUMDes se-Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kegiatan ini digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Gajah Mada bekerja sama Kemdes PDTT dalam rangka tukar pengetahuan serta pengalaman dari BUMDes di dua provinsi ini.

Kegiatan BUMDes Talk ini, menurut Anwar, merupakan kesempatan bagi BUMDes yang masih berkembang untuk belajar kepada BUMDes yang telah berhasil. Ia juga berpesan kepada BUMDes yang telah berhasil mengembahkan bisnis, agar tidak pelit berbagi informasi, jaringan, dan pengalaman pada BUMDes lainnya.

“BUMDes Talk artinya BUMDes untuk berbicara. Kita bisa sampaikan ide, gagasan, dan praktik keberhasilan yang selama ini telah dijalankan. BUMDes ini kalau memang dikelola dengan baik bisa memberikan manfaat yang luar biasa,” katanya.

sumber: beritasatu.com

%d blogger menyukai ini: