BLANGDHOD.DESA.ID | Banda Aceh – Sejak peletakan batu pertama pada Juli 2015 lalu, hari ini proyek pembangunan lanskap dan infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh tahap pertama, rampung sudah.

Lantas apa saja yang berubah? Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, salah satu aspek yang penting dari pengembangan masjid tersebut adalah keberadaan 12 payung elektrik berukuran 24 x 24 meter.

Keberadaan panyung itu, telah menambah daya tampung jemaah yang semula hanya 9000 di dalam masjid, menjadi 24.400 jemaah di dalam dan luar masjid.

“Payung ini secara desain mengikuti payung yang ada di Masjid Nabawa Madinah, dengan maksud untuk menambah keindahan, juga sebagai sarana untuk kenyamanan beribadah,” kata Zaini Abdullah dalam sambutannya sebelum peresmian Masjid Raya Baiturrahman, di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sabtu (13/5/2017).

Selain itu, kata Zaini Abdullah, Masjid Raya Baiturrahman kini dilengkapi dengan basement area seluas 8600 meter persegi yang dapat menampung 254 mobil dan 347 sepeda motor. Di dalamnya juta terdapat tempat wudhu, toilet, dan fasilitas difable.

“Kini area plaza, koridor basement dan tempat wudhu Masjid Raya Baiturrahman juga telah berlantai marmer,” kata Zaini Abdullah.

“Di sekeliling masjid akan ditumbuhi 32 pohon kurma yang menyerupai masjid Rasulullah di Madinah.”

Untuk mengelola Masjid Raya Baiturrahman, kata Zaini Abdullah, sudah dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas Syariat Islam dengan sistem pengelolaan BULD.

sumber:beritaterkini.co

%d blogger menyukai ini: