BLANGDHOD.DESA.ID – Biji pinang mengandung alkoloida seperti misalnya arekaina (arecaine) dan arekolina (arekoline) yang sedikit banyak bersifat racun dan adiktif, dapat merangsang otak. Sediaan simplisia biji pinang di apotek biasanya dikelola untuk mengobati cacingan, terutama untuk mengatasi cacing pita. Secara tradisional biji pinang digunakan untuk sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan biji ini juga dimanfaatkan sebagai zat penghasil berwarna merah dan bahan penyamak.

Saat ini biji pinang sudah menjadi komoditi perdagangan. Ekspor dari Indonesia diarahkan ke negara-negara Asia Selatan, seperti India, Pakistan, Bangladesh, atau Nepal. Biji Pinnang yang diperdagangkan terutama adalah yang telah dikeringkan, dalam keadaan utuh (bulat) atau dibelah, di negara-negara importir tersebut biji pinang diolah menjadi semacam permen sebagai makanan kecil.

Gampong Blang Dhod yang mempunyai luas 362 Ha, yang terdiri dari luas perkebunan 245 Ha, sagat berpotensi untuk membudidayakan tanaman jenis pinang. Pinang adalah salah satu produk unggulan Gampong Blang Dhod. Pinang dengan Bahasa ilmiah “Areca Catechu” Dalam Bahasa Ingris dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut Tree, Bahasa Aceh Pineung. Harga komoditas pinang semakin Legit di pasar Global, Harga ditingkat Petani Terdongkrak Dari Harga Rp15.000 menjadi Rp18.000. Naiknya Harga Pinang ditingkat global, tentu berimbas kepada kesejahteraan petani.

 

%d blogger menyukai ini: